Ketua Advokasi Gerinda Buka Suara Laporkan Beberapa Media

Ketua Advokasi Gerinda Buka Suara Laporkan Beberapa Media
Setelah pernyataan yang dikeluarkan oleh mantan Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang ke-15 La Nyalla, mengenai mahar yang diminta oleh ketua umum dari partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto. Kini giliran partai yang terbentuk pada 6 Februari 2008 tersebut melaporkan beberapa media melalui ketua Advokasi Partai, Habiburokhman. Gerinda menyambangi kantor Dewan Pers yang terletak di jalan Jl. Kebon Sirih No.32-34.

Melalui salah satu acara televisi yang mewawancarainya di depan pintu masuk kantor dewan pers, saat diwawancara dia (Habiburokhman) mengatakan akan melaporkan beberapa media yang mengatakan bahwa ketua umum mereka memalak atau memeras, mantan ketua umum PSSI yang ingin maju ke Pilgub Jatim melalui partai kepala Rajawali tersebut. Dalam wawancara singkat ini, pria yang lulus Statement hukum dari UNILA tersebut tidak mengatakan media mana yang telah memberi judul.
(Ketua Advokasi Gerinda Buka Suara Laporkan Beberapa Media)
Habiburokhman mengatakan bahwa: ada dua atau tiga media yang dilaporkan namun dia enggan menyebutkan namanya, karena menurut dirinya mereka ingin Konfidensial, dan dia memahami target dari para teman teman media yang membuat judul yang “bombastis” namun sayang teman teman media masuk ke rana yang tidak tepat. Lebih lanjut pria kelahiran Metro 17 September 1974 ini mengatakan bahwa mereka ingin meminta hak untuk menjawab dengan fasilitas dari dewan pers, sehingga pemberitaan selanjutnya tidak merugikan pihak kami (dalam hal ini yang dimaksud Gerinda).

Namun dia dan partai Gerinda menghimbau semua media agar meluruskan pemberitaan telah merugikan ketua umum dan partainya. Sehari sebelum Habiburokhman menginjakan kaki di kantor dewan pers,La Nyalla lebih dulu melakukan konfersi pers yang mengatakan bahwa partai yang belambang kepala burung rajawali ini meminta mahar sebesar 40 milliar untuk proses pencalonan dirinya. Lebih lanjut La Nyalla mengatakan bahwa dirinya juga diminta uang bekisar 170 M dari salah satu oknum partai Gerindra juga.
(Ketua Advokasi Gerinda Buka Suara Laporkan Beberapa Media)
Atas pernyataannya ini, banyak masyarakat berspekulasi diluar sana. Pernyataan yang dikeluarkan oleh La Nyalla inipun masih dipelajari dan belum ada niat dari Gerindra untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib (polisi). Melihat spekulasi yang ada melalui akun media sosial twitter, partai yang sudah berjalan memasuki tahun ke 10 ini membuat beberapa pernyataan yang berbunyi bahwa partai Gerindra tidak meminta mahar untuk maju menjadi kepala daerah, dan para netizen boleh mengkonfirmasi langsung kepada calon yang sudah pernah kami usung dan sukses duduk sebagai kepala daerah (Pak Jokowi, Basuki Thajaja Purnama, Anis Baswedan, Sandiaga Uno) dan Cagub Jawa Barat Mayjen (Purn) Sudrajat dan Cagub Sumut Edy Rahmayadi yang baru kami usung untuk pilkada serentak 2018.

Lebih lanjut di postingan tersebut Gerindra mengatakan bahwa tidak hanya La Nyalla yang gagal mereka calonkan untuk menajadi kepala daerah. Nama seperti Ferry Juliantono yang gagal mereka calonkan dipemilihan Jawa tengah dan Gus Irawan Pasaribu yang gagal mereka calonkan berhati lapang dada seperti seorang ksatria. Alasan lainpun di ungkapkan di postingan media sosial Gerinda yang mengatakan bahwa mereka telah memberikan kesempatan kepada La Nyalla untuk mengikuti pesta demokrasi tersebut.
(Ketua Advokasi Gerinda Buka Suara Laporkan Beberapa Media)
Namum dari pihak La Nyalla tidak berhasil membagun komunikasi politik dan mencari pasangannya. Dalam postingan ini juga admin dari Gerinda juga memuat berita mengenai pernyataan La Nyalla yang mengatakan dia telah gagal dan mempersilahkan kepada partai Gerakan Indonesia Raya ini mengusung Mareno Suprapto. Alasan Gerinda menyuruh La Nyalla membuka komunikasi politik karena di daerah Jatim Gerindra tidak dapat mengusung pasangan tanpa berkoalisi dengan partai lain. Tugas mencari pasangan tidak hanya diberikan kepada La Nyalla semata, Sudirman Said yang diletakkan di Jateng juga mencari pasangannya sendiri.

Artikel Lainnya: Lima Bek Dengan Harga Pembelian Termahal Di Dunia Saat Ini